Rabu, 21 April 2010
Kamis, 11 Maret 2010
"Kiamat" Bukan 2012 Tapi 2013
Hari Kiamat adalah peristiwa di mana alam semesta beserta isinya hancur luluh yang membunuh semua makhluk di dalamnya tanpa terkecuali. Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikan Israfil atas perintah dari Allah SWT. Setelah semua makhuk yang hidup mati maka Allah SWT akan membali memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniup terompet untuk yang kedua kali guna membangunkan orang semua yang telah mati untuk bangkit kembali mulai dari manusia pertama zaman Nabi Adam hingga manusia yang terakhir saat kiamat tiba untuk melaksanakan hari pembalasan. LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) memperkirakan puncak siklus badai matahari bukan terjadi pada 2012. Peristiwa yang kerap dihubungkan dengan 'hari kiamat' itu bakal terjadi pada Oktober 2013. Demikian disampaikan Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antarika Lapan Clara Yono Yantini pada sosialisasi mengenai Fenomena Cuaca Antariksa 2012 hingga 2015 di Kampus Universitas Udayana, Jl Sudirman, Denpasar, Selasa (9/3/2010). Sosialisasi ini dihadiri puluhan ilmuwan dari Asia Tenggara, Jepang dan Rusia. Perkiraan ini berbeda dengan isu kiamat 2012 yang diramalkan Suku Maya. Masyarakat pun banyak menghubungjan antara badai matahari tersebut dengan isu kiamat 2012. "Siklus matahari terjadi pada rentang waktu 2010-2015. Puncak siklusnya, menurut perkiraan Lapan, terjadi pada bulan Oktober 2013. Penelitian oleh negara lain juga memperkirakan terjadi pada pertengahan 2013," kata Clara yang juga sebagai Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa Lapan. Lapan menjelaskan badai matahari akan mundur pada 2013 karena hingga saat ini belum menemukan tanda-tanda adanya aktivitas matahari yang ekstrim sebagai puncak siklus. Siklus matahari terjadi rata-rata sekitar 11 tahun. Siklus ini menunjukkan adanya masa awal, puncak dan akhir siklus. Saat ini, matahari sedang mengalami siklus ke-24. Saat, puncak aktivitas matahari terjadi ledakan besar di matahari."Ini tentu mempengaruhi kondisi cuaca antarika, termasuk menyebabkan gangguan di Bumi," kata Clara.Efek akibat aktivitas puncak matahari ini menyebabkan terjadinya perubahan iklim. Suhu bumi akan meningkat dan iklim berubah. Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim bumi. Dampak yang paling ekstrim menyebabkan kemarau panjang. "Ini yang masih dikaji para peneliti," ujar Clara.
Bantu Anak-anak, KSI Jadikan Charly ST 12 Sebagai Ikon
SESUAI dengan namanya, communitas dari bahasa Latin, artinya "kesamaan" pada ketertarikan yang sama. Demikian juga yang ditunjukkan dan dilakukan Komunitas Sinar Indonesia (KSI) yang peduli pada anak - anak yang tidak beruntung baik secara fisik maupun materi.Pendirian KSI semata-mata memang ingin berbagi kepada anak – anak yang mengalami ketidakberuntungan. Saat ini sudah banyak yang dilakukan KSI diantaranya menciptakan lagu untuk Adinda Sinar, mengamen untuk Bilqis dan mengunjungi kediaman anak – anak yang mengalami keterbatasan fisik."Kami ingin menunjukkan bukti nyata bukan sekedar omong belaka makanya ketika ada anak - anak yang tidak beruntung baik fisik maupun materi kami langsung datang menjenguk," kata Ahmed Ismail, Ketua Komunitas Sinar Indonesia (KSI) mengawali perbincangan denganTNOL terkait pendirian komunitas yang peduli pada anak - anak di Indonesia ini Menurut Ahmed, inspirasi pendirian KSI berawal dari kasus Adinda Sinar di Polewali Mandar Sulbar yang merawat ibunya yang sakit di hutan. Ternyata setelah mengunjungi Adinda Sinar, masih banyak Adinda Sinar – Adinda Sinar lainnya yang belum tersentuh baik itu secara perorangan maupun kelompok untuk membantunya."Maka pada hari Selasa, tanggal 29 Desember 2009 bertempat di Cirebon, Jawa Barat. Kami mendirikan KSI," jelas Ahmed yang juga manajer ST 12 ini memastikan. Terkait dengan adanya sosok Charly di KSI, menurut Ahmed, Charly yang menjadi vokalis ST 12 merupakan figur KSI saat ini. Tapi, untuk menampung kepedulian kepada anak – anak, KSI juga bisa membawa kelompok mananapun, entah artis atau bukan. Oleh karena itu KSI tidak harus identik dengan Charly. "Kami menerima siapapun untuk bergabung dengan KSI, tentunya sesuai dengan visi misi KSI" jelasnya. KSI memang konsen terhadap anak – anak yang tidak beruntung baik secara materi dan fisik. Anak – anak yang telah dikunjungi KSI diantaranya adalah Bilqis di Cempaka Putih Jakarta, Hariska (14) yang dipasung orang tuanya di Lampung dan Salsabina yang mengalami gizi buruk di Bogor, Jawa Barat. "Semoga dengan mengamen dan mengunjungi rumah anak – anak tersebut bisa mengetuk mata hati orang lain untuk membantu," paparnya. Ahmed menambahkan, pendirian KSI juga ingin membuktikan seberapa jauh penderitaan yang dialami anak - anak yang tidak beruntung baik secara materi maupun fisik.Karena jangan - jangan setelah dikunjungi keadaan anak – anak tersebut tidak membaik atau semakin parah. "Oleh karena itu kami mendirikan KSI," ujarnya. Dari mengunjungi anak – anak tersebut, sambung Ahmed, banyak manfaat yang didapat baik untuk anak itu sendiri maupun untuk warga sekitarnya. Contohnya, adalah setelah KSI mengunjungi Adinda Sinar, ternyata yang dibangun bukan hanya Adinda Sinar saja tapi desanya juga ikut dibangun. Karena saat ini Adinda telah tinggal di dekat warga bukan di tengah hutan lagi. Kampung Riso, Polewali Mandar, yang awalnya tidak ada listrik, saat ini listrik telah masuk untuk menerangi kampung tersebut. Selain itu, jalan - jalan di Desa Riso yang awalnya bebatuan kini telah beraspal sehingga tidak menyulitkan warga untuk bepergian. "Ketika kita mengunjungi anak – anak tersebut yang jelas kita berikan spirit dan moral. Semangat hidup tentunya itu yang paling berharga untuk mereka. Selain itu, kita juga mendoakan dan memberikan sedikit apa yang diinginkan mereka. Itupun semampu kita," paparnya. Ahmed mengungkapkan, KSI yang didirikannya bukan lembaga atau institusi tapi hanya komunitas saja yang mencoba untuk peduli kepada anak – anak yang tidak berutung. KSI juga diluar institusi pemerintah."Kita memposisikan diri sebagai mitra pemerintah, karena setelah kasus Adinda Sinar, banyak kasus lainnya yang bermunculan seperti Bilqis dan Hariska yang perlu bantuan," tandasnya.
refrensi by http://www.tnol.co.id/en/community/community-news/1744-bantu-anak-anak-ksi-jadikan-charly-st-12-sebagai-ikon.html
refrensi by http://www.tnol.co.id/en/community/community-news/1744-bantu-anak-anak-ksi-jadikan-charly-st-12-sebagai-ikon.html
Selasa, 09 Maret 2010
Sejarah Demokrasi Indonesia
SEJARAH DEMOKRASI INDONESIA
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaanwarganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Pada intinya, yang banyaklah yang menang dan yang banyak dianggap sebagai suatu kebenaran.
Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.
Sejarah dan Perkembangan Demokrasi
Demokrasi adalah sistem pemerintahan kufur yang sangat tidak Islami. Yang paling Banyak itulah yang menjadi kebenaran. Bagaimana kalau yang banyak itu adalah sesuatu hal yang buruk? Pasti suatu negara bisa hancur. Demokrasi memungkinkan membuat tindakan buruk dengan segala cara untuk mendapatkan kemenangan, karena hanya dinilai dari siapa yang paling banyak setuju. Demokrasi sangat mentrigger kecurangan. Istilah "demokrasi" berasal dari Yunani Kuno yang tepatnya diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Negara tersebut dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem "demokrasi" di banyak negara.
Kata "demokrasi" berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini disebabkan karena demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara.
Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab, bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia.
Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain, misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat, tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat.
Intinya, setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable), tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut.
Demokrasi di Indonesia
Semenjak kemerdekaan 17 agustus 1945, UUD 1945 memberikan penggambaran bahwa Indonesia adalah negara demokrasi.Dalam mekanisme kepemimpinannya Presiden harus bertanggung jawab kepada MPR dimana MPR adalah sebuah badan yang dipilih dari Rakyat. Sehingga secara hirarki seharusnya rakyat adalah pemegang kepemimpinan negara melalui mekanisme perwakilan yang dipilih dalam pemilu. Indonesia sempat mengalami masa demokrasi singkat pada tahun 1956 ketika untuk pertama kalinya diselenggarakan pemilu bebas di indonesia, sampai kemudian Presiden Soekarno menyatakan demokrasi terpimpin sebagai pilihan sistem pemerintahan. Setelah mengalami masa Demokrasi Pancasila.
Demokrasi Menurut Soekarno
Pada dasarnya,Soekarno tidak setuju kalau Indonesia disebut negara demokrasi dan Soekarno ingin mengubah Indonesia sebagai negara sosialis.Karena Menurutnya,Demokrasi itu berasal dari kata Demok dan Krasi yang berarti " Sing gede di mok-mok,Sing Kecil di krasi " atau "yang besar di pegang-pegang yang kecil diinjak-injak".Maksudnya, Demokrasi menurut Soekarno itu tidak mementingkan rakyat secara keseluruhan,tetapi hanya rakyat yang besar saja yang diperhatikan,oleh karena itu Soekarno tidak setuju.
Jadi memang sangat disarankan untuk tidak menggunakan Sistem Demokrasi dalam pemerintahan suatu negara. Karena sangat merugikan masyarakat luas. Sistem pemerintahan yang paling baik dan efektif untuk suatu negara adalah Sistem Pemerintahan Syariat Islam. Karena sangat menjunjung tinggi keadilan untuk rakyatnya. Sistem yang telah dibuktikan sangat baik berjalan pada masa kehidupan Rasulullah Muhammad SAW. Ideologi Islam terbukti menjadi cara yang paling baik untuk umat manusia.
Refrensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi
Selasa, 23 Februari 2010
Makalah pendidikan
I. Pendahuluan
Makalah ini saya susun untuk tugas semata, walaupun banyak kekurangan yang terjadi, saya selaku penulis minta maaf, apabila ada kesalahan yang tercipta dari tulisan ini, mohon di maklumi.
II. Pembahasan
Program pemerintah dalam pendidikan dan masalahnya.
Pendidikan sekarang ini sangat penting, karena pendidikan merupakan modal dalam hidup bersosialisasi, apabila seseorang tidak pernah sekolah, maka dia akan selalu di bohongi oleh banyak orang, “jangankan yang tidak sekolah,yang sekolah aja suka di bohongi atau membohongi”.
Oleh karena itu sekarang pemerintah kita sudah mulai memikirkan bagaimana solusi dari masalah ini, dan pemerintah membuat program wajib belajar 9 tahun dan sekolah gratis sampai SMP. Dengan di buatnya program ini oleh pemerintah banyak kalangan masyarakat yang sangat antusias, karena di Indonesia sendiri banyak sekali masyarakat yang tidak mampu, sehingga bagi mereka program ini sangat membantu. Walaupun ada juga yang berangapan percuma???? Karena tidak di perbolehkan sekolah.
Dalam program ini anak-anak wajib bersekolah sampai SMP, dan pemerintah mengintruksikan agar sekolah tidak boleh meminta uang bangunaan dan sebagainya kepada murid. Karena pemerintah mengratiskanya, dengan program lain yang di sebut dana BOS.
Walaupun demikian banyak sekali kendala yang terjadi dalam program ini, antara lain. Tidak efektifnya program ini dalam hal, adanya rasa iri akan orang kaya dan miskin, karena sama-sama gratis, berkurangnya tingkat penghasilan pada guru. Karena guru merasa kalau “sekolah gratis gaji berkurang, potongan bertambah!!!!!”.
Oleh sebab itu pemerintah sendiri harus berpikir lagi bagaimana cara yang terbaik dalam meningkatkan mutu orang Indonesia sendiri, agar bangsa ini menjadi maju.
Selasa, 05 Januari 2010
manajemen resiko
MANAJEMEN RESIKO
Pendahuluan
Dalam melindungi dan mempertahankan reputasi Bank, dan memelihara kepentingan semua stakeholder, Dewan Komisaris dan Direksi menempatkan manajemen risiko sebagai prioritas dalam kerangka strategi keseluruhan. Untuk itu semua berkomitmen untuk memastikan pendekatan manajemen risiko Bank dinyatakan dengan jelas, proaktif dan berkelanjutan dalam upaya memenuhi visi, misi dan tujuan yang berorientasi risiko. Semua mengawasi dan mengarahkan pekerjaan direktorat manajemen risiko untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut melalui stuktur evaluasi formal.
Visi: meraih bisnis yang menguntungkan melalui penerapan fungsi manajemen risiko yang independen dan kokoh.
Misi: memaksimalkan nilai bagi pemegang saham melalui proses-proses manajemen risiko modern untuk mendapatkan keuntungan yang wajar.
Tujuan: mendukung alokasi modal yang efisien, pendapatan yang stabil dan pertumbuhan bisnis.
Ringkasan risiko-risiko utama
Menyadari bahwa risiko merupakan bagian yang tidak terpisah dari operasional semua bank dan dapat dipantau serta dikelola secara praktis dan efektif setiap hari, dengan empat tipe risiko utama:
• Risiko kredit yaitu risiko yang terjadi apabila nasabah tidak dapat memenuhi kewajibannya
• Risiko pasar yaitu berhubungan dengan perubahan harga pasar atau suku bunga
• Risiko likuiditas yaitu perubahan aset dan kewajiban yang tiba-tiba karena kejadian yang tidak diharapkan. Bank perlu menjaga dana dalam jumlah yang memadai dan aktiva lancar untuk mengakomodasi perubahan dan permintaan dana yang muncul dari waktu ke waktu
• Risiko operasional yaitu potensi terjadi kerugian karena kesalahan manusia atau kegagalan proses dan pengendalian dalam operasional bank sehari-hari.
Kemajuan dan perkembangan pada 2008
manajemen risiko pada 2008 adalah meningkatnya kualitas portofolio kredit secara keseluruhan dan berkesinambungan yang ditunjukkan oleh jumlah kredit bermasalah bersih yang berhasil diturunkan secara bertahap menjadi 1,93% dari total kredit, terendah dalam lima tahun. Terdapat sejumlah perkembangan penting pada 2008. Metode pembentukan pencadangan kredit pada perusahaan WOM telah diganti dari metode yang diterapkan bagi perusahaan pembiayaan menjadi metode yang lebih ketat kepada Bank. Seperti yang dijelaskan pada bagian lain dari laporan ini, dalam proses otomasi manajemen risiko dan akuntansi perusahaan ini, telah melakukan penyesuaian pada laporan keuangan konsolidasi agar dapat memenuhi persyaratan Bank. Beberapa sistem otomasi utama diperkenalkan; treasury office management system (TOMS) memperbaiki pengendalian transaksi pasar uang dan valuta asing, baik di garda depan maupun belakang. Sistem pengendalian dan penagihan kredit, Admirex diterapkan khususnya untuk kredit konsumer dan UKM dan Komersial sehingga dapat meningkatkan kemampuan BII dalam menjalankan risiko kredit individual dan risiko pasar. Credit scoring diperkenalkan dan pembobotan risiko yang terstandarisasi diterapkan. Peristiwa ini terjadi di pasar keuangan global mulai mempengaruhi sejumlah perekonomian utama menjelang akhir tahun. Kami menggunakan kesempatan ini untuk melakukan stress testing pada semua portofolio, segmen dan produk selama kuartal terakhir. Program kedatangan nasabah yang proaktif dilakukan untuk memahami secara langsung kondisi yang dihadapi oleh nasabah di tengah melemahnya ekonomi global.
Risiko Pasar
Bank telah dipersiapkan dalam terdapat berbagai peristiwa pada 2008 dengan menjaga semua risiko pasar yang dikendalikan dan mencegah dampak negatif yang dapat ditanggung oleh modal Bank. Infrastruktur risiko pasar telah diterapkan sepenuhnya, dimana semua kebijakan dan prosedur, model pengukuran risiko, struktur batasan, laporan-laporan, sistem otomasi dan struktur organisasi telah mencakup semua identifikasi risiko transaksi dan produk, termasuk analisis dan manajemen dari risiko tersebut. Kebijakan dan prosedur yang menyangkut aktivitas pengelolaan asset diperbaharui untuk menyempurnakan proses manajemen risiko dari sudut pandang pengambilan, pengelolaan dan pengendalian risiko, dan mendefinisikan pemantauan batasan dan pelaporan yang lebih ketat berdasarkan model seperti VaR, duration/convexity, PV01, EAR, EVE, dan MCO, yang dilengkapi dengan stresstesting secara teratur terhadap portofolio dan rencana darurat likuiditas. Menyadari risiko yang merupakan kelanjutan dari tahun yang lalu, Bank melakukan perhatian khusus terhadap transaksi derivatif dengan memastikan tersedianya infrastruktur yang tepat sebelum transaksi seperti itu dapat dilakukan, dan menjaga eksposur dalam tingkat minimum sehingga tidak terjadi hal-hal yang mengejutkan Bank. Infrastruktur ini bekerja dengan baik, karena posisi yang diambil oleh Bank hanya terbatas pada transaksi tunai di pasar obligasi.
Risiko Operasional
Lebih dari 1.200 karyawan menghadiri seminar Operational Risk Management (ORM) dan fraud. Modul-modul ORM tersedia bagi seluruh karyawan dan selama 2008 kampanye internal untuk mempromosikan kesadaran risiko terus dilakukan melalui iklan, lomba menjawab pertanyaan dan kompetisi. Paket informasi manajemen dan indikator risiko utama telah mencakup setiap tipe bisnis dan perangkat ORM telah disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap kelompok bisnis dan fungsi-fungsi pendukung. Prakek-praktek ORM diperkenalkan di BII Finance Center dan basis
data kerugian ORM telah diselesaikan setelah perombakan menyeluruh kebijakan ORM tahun sebelumnya.
Etika Bisnis, Kualifikasi Profesional dan Asosiasi-Asosiasi Industri
Kode etik & pedoman tingkah laku telah dibagikan kepada semua karyawan, dan karyawan diingatkan secara periodik pada pelaksanaan aturan tersebut. Sertifikasi manajemen risiko oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) dan Bank Indonesia bagi karyawan terus berlanjut. Selama 2008 BII bergabung dengan Bankers Association for Risk Management (BARRA) yang kini diakui secara resmi oleh Bank Indonesia. Dua direktur BII menjabat sebagai pengurus BARRA dan secara aktif terlibat dalam mendukung kegiatan asosiasi ini untuk menyebarluaskan best practice dan perkembangan terbaru untuk meningkatkan standar manajemen risiko industri perbankan.
Refrensi by www.bii.co.id/BIIWebFiles/AR08%20ind/Manajemen%20Risiko.pdf
Pendahuluan
Dalam melindungi dan mempertahankan reputasi Bank, dan memelihara kepentingan semua stakeholder, Dewan Komisaris dan Direksi menempatkan manajemen risiko sebagai prioritas dalam kerangka strategi keseluruhan. Untuk itu semua berkomitmen untuk memastikan pendekatan manajemen risiko Bank dinyatakan dengan jelas, proaktif dan berkelanjutan dalam upaya memenuhi visi, misi dan tujuan yang berorientasi risiko. Semua mengawasi dan mengarahkan pekerjaan direktorat manajemen risiko untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut melalui stuktur evaluasi formal.
Visi: meraih bisnis yang menguntungkan melalui penerapan fungsi manajemen risiko yang independen dan kokoh.
Misi: memaksimalkan nilai bagi pemegang saham melalui proses-proses manajemen risiko modern untuk mendapatkan keuntungan yang wajar.
Tujuan: mendukung alokasi modal yang efisien, pendapatan yang stabil dan pertumbuhan bisnis.
Ringkasan risiko-risiko utama
Menyadari bahwa risiko merupakan bagian yang tidak terpisah dari operasional semua bank dan dapat dipantau serta dikelola secara praktis dan efektif setiap hari, dengan empat tipe risiko utama:
• Risiko kredit yaitu risiko yang terjadi apabila nasabah tidak dapat memenuhi kewajibannya
• Risiko pasar yaitu berhubungan dengan perubahan harga pasar atau suku bunga
• Risiko likuiditas yaitu perubahan aset dan kewajiban yang tiba-tiba karena kejadian yang tidak diharapkan. Bank perlu menjaga dana dalam jumlah yang memadai dan aktiva lancar untuk mengakomodasi perubahan dan permintaan dana yang muncul dari waktu ke waktu
• Risiko operasional yaitu potensi terjadi kerugian karena kesalahan manusia atau kegagalan proses dan pengendalian dalam operasional bank sehari-hari.
Kemajuan dan perkembangan pada 2008
manajemen risiko pada 2008 adalah meningkatnya kualitas portofolio kredit secara keseluruhan dan berkesinambungan yang ditunjukkan oleh jumlah kredit bermasalah bersih yang berhasil diturunkan secara bertahap menjadi 1,93% dari total kredit, terendah dalam lima tahun. Terdapat sejumlah perkembangan penting pada 2008. Metode pembentukan pencadangan kredit pada perusahaan WOM telah diganti dari metode yang diterapkan bagi perusahaan pembiayaan menjadi metode yang lebih ketat kepada Bank. Seperti yang dijelaskan pada bagian lain dari laporan ini, dalam proses otomasi manajemen risiko dan akuntansi perusahaan ini, telah melakukan penyesuaian pada laporan keuangan konsolidasi agar dapat memenuhi persyaratan Bank. Beberapa sistem otomasi utama diperkenalkan; treasury office management system (TOMS) memperbaiki pengendalian transaksi pasar uang dan valuta asing, baik di garda depan maupun belakang. Sistem pengendalian dan penagihan kredit, Admirex diterapkan khususnya untuk kredit konsumer dan UKM dan Komersial sehingga dapat meningkatkan kemampuan BII dalam menjalankan risiko kredit individual dan risiko pasar. Credit scoring diperkenalkan dan pembobotan risiko yang terstandarisasi diterapkan. Peristiwa ini terjadi di pasar keuangan global mulai mempengaruhi sejumlah perekonomian utama menjelang akhir tahun. Kami menggunakan kesempatan ini untuk melakukan stress testing pada semua portofolio, segmen dan produk selama kuartal terakhir. Program kedatangan nasabah yang proaktif dilakukan untuk memahami secara langsung kondisi yang dihadapi oleh nasabah di tengah melemahnya ekonomi global.
Risiko Pasar
Bank telah dipersiapkan dalam terdapat berbagai peristiwa pada 2008 dengan menjaga semua risiko pasar yang dikendalikan dan mencegah dampak negatif yang dapat ditanggung oleh modal Bank. Infrastruktur risiko pasar telah diterapkan sepenuhnya, dimana semua kebijakan dan prosedur, model pengukuran risiko, struktur batasan, laporan-laporan, sistem otomasi dan struktur organisasi telah mencakup semua identifikasi risiko transaksi dan produk, termasuk analisis dan manajemen dari risiko tersebut. Kebijakan dan prosedur yang menyangkut aktivitas pengelolaan asset diperbaharui untuk menyempurnakan proses manajemen risiko dari sudut pandang pengambilan, pengelolaan dan pengendalian risiko, dan mendefinisikan pemantauan batasan dan pelaporan yang lebih ketat berdasarkan model seperti VaR, duration/convexity, PV01, EAR, EVE, dan MCO, yang dilengkapi dengan stresstesting secara teratur terhadap portofolio dan rencana darurat likuiditas. Menyadari risiko yang merupakan kelanjutan dari tahun yang lalu, Bank melakukan perhatian khusus terhadap transaksi derivatif dengan memastikan tersedianya infrastruktur yang tepat sebelum transaksi seperti itu dapat dilakukan, dan menjaga eksposur dalam tingkat minimum sehingga tidak terjadi hal-hal yang mengejutkan Bank. Infrastruktur ini bekerja dengan baik, karena posisi yang diambil oleh Bank hanya terbatas pada transaksi tunai di pasar obligasi.
Risiko Operasional
Lebih dari 1.200 karyawan menghadiri seminar Operational Risk Management (ORM) dan fraud. Modul-modul ORM tersedia bagi seluruh karyawan dan selama 2008 kampanye internal untuk mempromosikan kesadaran risiko terus dilakukan melalui iklan, lomba menjawab pertanyaan dan kompetisi. Paket informasi manajemen dan indikator risiko utama telah mencakup setiap tipe bisnis dan perangkat ORM telah disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap kelompok bisnis dan fungsi-fungsi pendukung. Prakek-praktek ORM diperkenalkan di BII Finance Center dan basis
data kerugian ORM telah diselesaikan setelah perombakan menyeluruh kebijakan ORM tahun sebelumnya.
Etika Bisnis, Kualifikasi Profesional dan Asosiasi-Asosiasi Industri
Kode etik & pedoman tingkah laku telah dibagikan kepada semua karyawan, dan karyawan diingatkan secara periodik pada pelaksanaan aturan tersebut. Sertifikasi manajemen risiko oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) dan Bank Indonesia bagi karyawan terus berlanjut. Selama 2008 BII bergabung dengan Bankers Association for Risk Management (BARRA) yang kini diakui secara resmi oleh Bank Indonesia. Dua direktur BII menjabat sebagai pengurus BARRA dan secara aktif terlibat dalam mendukung kegiatan asosiasi ini untuk menyebarluaskan best practice dan perkembangan terbaru untuk meningkatkan standar manajemen risiko industri perbankan.
Refrensi by www.bii.co.id/BIIWebFiles/AR08%20ind/Manajemen%20Risiko.pdf
IMPLEMENTASI BANKING
lmplementasi transaksi internet banking
Abstrak
Dalam Perkembangan teknologi internet menjadikan banyaknya sistem yang berkembang dengan menggunakan komunikasi melalui internet. Salah satunya adalah internet banking. Internet Banking adalah sebuah sistem perbankan yang beroperasi dengan menggunakan komunikasi melalui internet. Dalam hal ini komunikasi melalui internet, banyak sekali resiko keamanan yang harus dihadapi apalagi berkaitan dengan transaksi yang ada di bank. Solusinya adalah melakukan kriptografi dalam Internet Banking. kriptografi ini meliputi enkripsi pesan dan autentikasi nasabah (customer) dan bank yang melakukan transaksi. Dengan melakukan kriptografi ini, diharap terjadi transaksi yang aman dalam sistem internet banking. Makalah ini akan mengupas lebih jelas mengenai melakukan kriptografi dalam proses autentikasi Internet banking.
1. Pendahuluan
Internet Banking mengacu kepada sistem yang memampukan customer mengakses accountnya dan informasi yang umum pada produk maupun pelayanan melalui PC atau device yang lain. Oleh sebab itu , produk dan service yang diberikan oleh internet banking dapat berupa penjualan produk kepada customer seperti menjual dan menggadaikan produk untuk konsumen. Pada akhirnya, produk dan service yang diperoleh melalui internet banking mencerminkan produk dan service yang ditawarkan melalui saluran penjualan oleh bank lain. Contohnya adalah:
1. Pengaturan keuangan.
2. Informasi saldo.
3. Transfer dana.
4. Pembayaran bill.
5. Transaksi Automated Clearing house.
6. Aplikasi peminjaman.
7. Aktivitas untuk investasi.
Internet banking menyediakan juga akses internet sebagai sebuah Internet Service Provider (ISP). bagaimana, sebuah bank, menyediakan service yang dimilikinya kepada customer melalui koneksi internet ke sistem dari bank tersebut. Dulu, komputer dibuat sebagai sebuah sistem informasi jarang diperhatikan oleh customer. Sekarang, website, e-mail dan sistem pembayaran secara elektronik merupakan suatu cara yang penting bagi bank untuk mencapai customernya. Beberapa tahun lalu, online banking dilakukan secara dial-in atau koneksi TV kabel. Sistem ini membatasi customer karena area yang dapat dijangkaunya terbatas. Dengan perkembangan Internet yang pesat, customer dapat menggunakan teknologi ini dimana saja untuk mengakses jaringan dari bank. Internet sebagai sebuah teknologi membuat produk dan service bank tersedia kepada lebih banyak customer tanpa membatasi daerah geografik.
1.1 Resiko
Dalam melakukan internet banking, resiko-resiko yang didapat suatu bank dalam pengoperasianya juga makin besar. Resikonya, meliputi resiko keamanan maupun resiko yang berkaitan dengan pendapatan atau kegiatan utama bank. Beberapa resiko yang harus ditangani (diawasi) oleh pihak bank yaitu :
1. Resiko keamanan
Hal ini, bank juga harus memperhitungkan semua aspek keamanan yang mungkin terjadi pada transaksi ada pada internet banking. Semakin berkembang teknologi internet menyebabkan resiko keamanan yang terjadi semakin besar. Hal ini merupakan resiko utama dalam melakukan internet banking. Bayangkan bila ada orang yang dapat melakukan transaksi dengan account number orang lain, sedangkan pemiliknya account tersebut menyangkal adanya transaksi tersebut, atau seseorang yang masuk ke sebuah situs bank yang salah yang menyediakan sistem internet banking. Hal ini akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi customer untuk menggunakan pelayanan yang ada pada bank karena tidak terjaminnya keamanan.
2. Resiko yang berkaitan dengan pendapatan/kegiatan utama perusahaan. Resiko ini meliputi resiko kredit, liquiditas, resiko harga, resiko transaksi, strategi, dan resiko strategi yang digunakan oleh bank dalam penerapan internet banking.
2. Isu dalam Internet Banking
Resiko yang timbul dalam melakukan internet banking menyebabkan adanya isu yang berkembang saat ini dalam penanganan resiko maupun pemeliharaan keamanan pada internet banking. Isu tersebut meliputi security, autentikasi, Trust, Nonrepudiation, dan Privacy.
2.1 Security
Keamanan merupakan isu yang sangat penting dalam melakukan internet banking. Setiap bank harus menyediakan sebuah level keamanan baik logik maupun fisik yang memiliki toleransi terhadap sensitivitas informasi bank. Beberapa bank mengijinkan akses dial-in secara langsung kepada sistem mereka melalui sebuah private network ketika yang lain menyediakan akses melalui internet. Meskipun publik dapat mengakses Internet, namun secara umum kurang aman untuk melakukan transaksi. Contoh: Hardware atau software dari ”sniffer” dapat memperoleh password, account number, nomor kartu kredit dan lain-lain tanpa akses yang legal. Oleh karena itu, keamanan melalui elektronik akses harus dilindungi. Sistem yang ada harus mampu mencegah, mendeteksi dan mengatur dengar benar untuk menjamin integritas dari jaringan dan informasi ditangani. Contoh: penggunaan firewall.
2.2 Autentikasi
Autentikasi adalah isu yang lain dalam internet banking. Transaksi pada internet atau jaringan telekomunikasi yang lain harus aman untuk memperoleh kepercayaan dari publik. Pada lingkungan cyber, seperti pada dunia nyata yang sebenarnya, customer, bank memerlukan jaminan bahwa mereka akan memperoleh service seperti yang mereka inginkan dan mereka tahu identitas orang yang berinteraksi dengannya. Dalam hal ini, bank biasanya menggunakan teknologi kriptografi dengan algoritma simetri (private key) untuk menjamin keamanan dari pesan dan algoritma asimetri (public/private key) untuk melakukan autentikasi. Algoritma asimetri memiliki dua buah kunci yaitu public key dan private key. Kedua kunci ini berbeda, tetapi tidak bisa terlepas dari yang lain (saling berpadanan). Contoh: autentikasi sebuah pesan yang datang dari pengirim, pengirim harus mengenkripsi pesan dengan menggunakan kunci private, dimana hanya pengirim yang mengetahui kunci private. Dalam pembacaan pesan, pesan hanya dapat dibaca dengan menggunakan kunci publik dari pengirim. Oleh karena itu, penerima yang mengetahui pesan tersebut datang dari pengirim yang diharapkan, dapat membaca pesan dengan kunci publik dari pengirim. Algoritma kriptografi asimetri (kunci publik) yang umum digunakan adalah RSA, yang menggunakan panjang kunci mencapai 1024 bit. Dengan menggunakan dua bentuk algoritma kriptografi, simetri untuk melindungi pesan dan asimetri untuk melakukan autentikasi, bank dapat menjamin keamanan pesan dan memiliki kepercayaan yang tinggi untuk menjaga identitas dari customer.
Perangkat biometrik (biometric devices) adalah bentuk autentikasi yang berkembang saat ini. Perangkat ini dapat mengambil bentuk berupa scan retina, jari, atau suara. Penggunaan perangkat biometrik saat ini belum umum, hanya dipakai oleh beberapa bank untuk melakukan autentikasi.
2.3 Trust
Isu yang lain dalam sistem internet banking adalah Trust. Seperti yang diberitahukan pada bab sebelumnya, kriptografi algoritma kunci publik dapat digunakan untuk keamanan informasi dan mengautentikasi transaksi yang terjadi. Dalam hal ini, kepercayaan dari pihak ketiga diperlukan pada proses transaksi. Oleh sebab itu pihak ketiga dikenal dengan adanya certificate authority. Sebuah certificate authoriy adalah sebuah pihak ketiga yang terpercaya yang memverifikasi identitas dalam lingkungn cyber (pemegang hak otorisasi). Konsep dasarnya adalah, sebuah bank atau pihak ketiga yang lain menggunakan sertifikat tersebut untuk memvalidasi pihak lain yang terlibat dalam transaksi.
2.4 Nonrepudiation
Dalam hal ini, pengirim tidak dapat menyangkal mengenai isi pesan yang dikirim olehnya. Dimana, antara pengirm dan penerima memiliki suatu bukti mengenai keabsahan pesan yang dikirim. Untuk menangani hal ini, internet banking menggunakan algoritma kriptografi kunci publik, contoh: autentikasi e-mail, mencegah penyangkalan oleh pengirim maupun penerima.
2.5 Privacy
Privacy adalah isu yang meningkat saat ini. Hal ini terjadi karena begitu banyaknya kejadian di lingkungan cyber yang berusaha untuk memperoleh/merusak privacy orang lain untuk sesuatu hal. Dengan semakin berkembangnya berkembangnya transaksi melalui internet banking, sebuah bank harus merespon dan menangani hal ini untuk memberikan pandangan yang positif bagi customer dan memberikan keuntungan baginya.
3. Penerapan Kriptografi
Sekarang, bisnis termasuk kegiatan perbankan telah mengalami perubahan dari aktivitas fisik ke aktifitas berbasis elektronik. mencakup penjualan barang dan jasa, pertukaran data elektronik, transfer dana atau uang, dan internet banking itu sendiri. Dalam menghadapi perubahan ini, pengelola bank harus harus melakukan pengontrolan dengan cara yang berbeda. Hal yang dibutuhkan dalam pengontrolan ini adalah kerahasiaan data, kepercayaan, verifikasi dan yang menjadi hal paling penting adalah pengamanan autentikasi internet banking.
3.1 Klasifikasi pengamanan autentikasi internet banking
sistem internet banking harus melakukan autentikasi terlebih dahulu sebelum memberikan hak akses terhadap layanan yang diberikan. sistem internet banking harus mengetahui apakah pihak yang melakukan transaksi adalah nasabah yang sah. Hal ini dilakukan dengan menanyakan hal-hal yang rahasia kepada nasabah yang melakukan transaksi. Secara umum, metode-metode autentikasi internet banking dapat diklasifikasikan berdasarkan kemampuan metode tersebut
dalam melawan dua jenis serangan yang umum yaitu: serangan pencurian informasiinformasi rahasia secara offline dan serangan terhadap jalur komunikasi online. Pencurian informasi rahasia secara offline bertujuan untuk mengumpulkan informasi penting mengenai seorang nasabah bank dengan menggunakan virus, trojan, atau software lainnya. Pengamanan yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan menggunakan firewall untuk mengamankan jaringan, penggunaan antivirus, dan pengkonfigurasian computer dengan benar. Serangan terhadap jalur komunikasi online seperti “man-in-the-mindle”, merupakan serangan yang lebih berbahaya dan sangat penting untuk ditangani. Berbeda dengan pencurian informasi secara offline, dalam serangan komunikasi online pencurian pesan yang dikirimkan akan sulit untuk diketahui. Penyusup akan memalsukan identitas dirinya yang berperan sebagai server sistem online banking. Secara umum, walaupun kemunikasi yang berjalan menggunakan SSL/TSL, tetapi seringkali nasabah tidak memperhatika keaslian sertifikat yang dimiliki oleh server. Akibatnya komunikasi akan berjalan secara normal tetapi dengan server yang salah.
ada dua jenis autentikasi yang digunakan dalam mengatasi serangan offline dan online yaitu short -time password (one time password) dan public key infrastructure (PKI) atau komunikasi berbasis sertifikat.
3.2 Short time password
Short time password suatu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah pencurian informasi secara offline. short time password menggunakan kriptograpfi simetri yang mengabungkan modul security berupa hardware (smart card) dan smart card reader offline (stand alone). Inti metode ini adalah smart card yang di personalisasi dengan key kriptografi simetri secara random (3DES/AES) yang diproteksi dengan menggunakan pin yang digunakan untuk menyimpan atau menghasilkan password yang digunakan untuk melakukan transaksi. Penggunaan kriptografi simetri bertujuan untuk mengahasilkan password dengan ukuran yang lebih pendek sehingga user mudah mengunakannya. Password yang dihasilkan dibaca dengan menggunakan offline card reader dengan memasukkan PIN yang digunakan untuk memproteksi smart card. Berikut adalah skenario proses autentikasi dengan menggunakan short time password.
1. User/nasabah berkomunikasi dengan server bank dengan menggunakan jalur SSL/TSL dengan menggunakan server-side autentication. metode ini maka user yakin bahwa dia berkomunikasi dengan bank yang sah.
2. User memasukkan informasi berupa identitas (login id), selanjutnya bank memberikan n-digit rahasia dan meminta kembalian berupa n-digit rahasia dari user.
3. User membuka smar card dan memasukkan n-digit rahasia yang diterima dari bank. Selanjutnya smart card melakukan kalkulasi dengan mengenkripsi n-digit dari bank, menambahkan symetric key dan meng-encode hasilnya ke dalam bentuk string yang mudah untuk dibaca.
4.Selanjutnya user memasukkan hasil kalkulasi ke form login untuk memulai transaksi. Skema ini sangat berguna dalam mengatasi pencurian informasi secara offline karena informasi user disimpan dalam sebuah smart card yag diproteksi dengan menggunakan PIN dan dibaca dengan offline smart card reader. Dengan cara ini maka penyerang tidak bisa menggunakan software, trojan atau virus untuk mencuri informasi pribadi dari user. Penyerang juga tidak bisa memalsukan halaman login karena tidak bisa menghasilkan n-digit kode rahasia yang digunakan dalam proses autentikasi user.
3.3 Public Key Infrastructure (Certificate-Based)
Public Key Infrastructure atau komunikasi berbasis sertifikat merupakan cara yang dilakukan untuk menangani serangan komunikasi online. PKI menggunakan algoritma kriptografi asimetri seperti RSA(Rivest Shamir Adlemann) atau ECC (Eliptic Curve Cryptogaphy). awalnya, user memiliki sepasang kunci privat dan public yang saling bersesuaian dan sebuah sertifikat yang dikeluarkan oleh pihak yang terautorisasi yang sesuai dengan kunci yang dimiliki oleh user. Sertifikat tersebut merupakan bukti bahwa sebuah public key bersesuaian dengan nama pemiliknya dan user tersebut memiliki kunci privat yang bersesuaian. Kunci privat dan sertifikat digunakan untuk membentuk komunikasi SSL/TSL yang aman. Hal yang menjadi perhatian utama adalah perlindungan terhadap kunci privat yang dimiliki oleh user. Jika kunci tersebut disimpan didalam komputer user, maka akan terancam akan pencurian informasi user dengan menggunakan trojan atau virus. Untuk mengatasi hal ini maka kunci rahasia user disimpan dalam sebuah media seperti smartcard atau javaCard. Dengan cara ini maka pencurian terhadap kunci privat akan sulit bahkan tidak bisa dilakukan karena selain medianya adalah smart-card yang sulit untuk diakses, media tersebut juga diproteksi dengan menggunakan PIN tertentu.
4. Kesimpulan
Ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penerapan kriptografi dalam internet banking yaitu:
1. Aspek keamanan dalam komunikasi melalui jaringan komputer menjadi semakin penting terutama karena banyaknya aktivitas pertukaran informasi rahasia melalui Internet, contoh: internet banking.
2. Penerapan autentikasi dalam transaksi internet banking merupakan faktor yang sangat penting untuk mendukung transaksi berjalan dengan baik.
3. Autentikasi dengan short time password dan public key infrastructure (certificate based) merupakan konsep kriptografi yang dapat diterapkan pada internet banking.
4. Keamanan informasi-informasi penting dalam melakukan transaksi diinternet tidak bisa sepenuhnya dipercayakan kepada system yang sudah berjalan tetapi membutuhkan ketelitian pengguna dalam melakukan tansaksi.
Refrensi by www.informatika.org/~rinaldi/Kriptografi/.../Makalah2005-22.pdf
Abstrak
Dalam Perkembangan teknologi internet menjadikan banyaknya sistem yang berkembang dengan menggunakan komunikasi melalui internet. Salah satunya adalah internet banking. Internet Banking adalah sebuah sistem perbankan yang beroperasi dengan menggunakan komunikasi melalui internet. Dalam hal ini komunikasi melalui internet, banyak sekali resiko keamanan yang harus dihadapi apalagi berkaitan dengan transaksi yang ada di bank. Solusinya adalah melakukan kriptografi dalam Internet Banking. kriptografi ini meliputi enkripsi pesan dan autentikasi nasabah (customer) dan bank yang melakukan transaksi. Dengan melakukan kriptografi ini, diharap terjadi transaksi yang aman dalam sistem internet banking. Makalah ini akan mengupas lebih jelas mengenai melakukan kriptografi dalam proses autentikasi Internet banking.
1. Pendahuluan
Internet Banking mengacu kepada sistem yang memampukan customer mengakses accountnya dan informasi yang umum pada produk maupun pelayanan melalui PC atau device yang lain. Oleh sebab itu , produk dan service yang diberikan oleh internet banking dapat berupa penjualan produk kepada customer seperti menjual dan menggadaikan produk untuk konsumen. Pada akhirnya, produk dan service yang diperoleh melalui internet banking mencerminkan produk dan service yang ditawarkan melalui saluran penjualan oleh bank lain. Contohnya adalah:
1. Pengaturan keuangan.
2. Informasi saldo.
3. Transfer dana.
4. Pembayaran bill.
5. Transaksi Automated Clearing house.
6. Aplikasi peminjaman.
7. Aktivitas untuk investasi.
Internet banking menyediakan juga akses internet sebagai sebuah Internet Service Provider (ISP). bagaimana, sebuah bank, menyediakan service yang dimilikinya kepada customer melalui koneksi internet ke sistem dari bank tersebut. Dulu, komputer dibuat sebagai sebuah sistem informasi jarang diperhatikan oleh customer. Sekarang, website, e-mail dan sistem pembayaran secara elektronik merupakan suatu cara yang penting bagi bank untuk mencapai customernya. Beberapa tahun lalu, online banking dilakukan secara dial-in atau koneksi TV kabel. Sistem ini membatasi customer karena area yang dapat dijangkaunya terbatas. Dengan perkembangan Internet yang pesat, customer dapat menggunakan teknologi ini dimana saja untuk mengakses jaringan dari bank. Internet sebagai sebuah teknologi membuat produk dan service bank tersedia kepada lebih banyak customer tanpa membatasi daerah geografik.
1.1 Resiko
Dalam melakukan internet banking, resiko-resiko yang didapat suatu bank dalam pengoperasianya juga makin besar. Resikonya, meliputi resiko keamanan maupun resiko yang berkaitan dengan pendapatan atau kegiatan utama bank. Beberapa resiko yang harus ditangani (diawasi) oleh pihak bank yaitu :
1. Resiko keamanan
Hal ini, bank juga harus memperhitungkan semua aspek keamanan yang mungkin terjadi pada transaksi ada pada internet banking. Semakin berkembang teknologi internet menyebabkan resiko keamanan yang terjadi semakin besar. Hal ini merupakan resiko utama dalam melakukan internet banking. Bayangkan bila ada orang yang dapat melakukan transaksi dengan account number orang lain, sedangkan pemiliknya account tersebut menyangkal adanya transaksi tersebut, atau seseorang yang masuk ke sebuah situs bank yang salah yang menyediakan sistem internet banking. Hal ini akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi customer untuk menggunakan pelayanan yang ada pada bank karena tidak terjaminnya keamanan.
2. Resiko yang berkaitan dengan pendapatan/kegiatan utama perusahaan. Resiko ini meliputi resiko kredit, liquiditas, resiko harga, resiko transaksi, strategi, dan resiko strategi yang digunakan oleh bank dalam penerapan internet banking.
2. Isu dalam Internet Banking
Resiko yang timbul dalam melakukan internet banking menyebabkan adanya isu yang berkembang saat ini dalam penanganan resiko maupun pemeliharaan keamanan pada internet banking. Isu tersebut meliputi security, autentikasi, Trust, Nonrepudiation, dan Privacy.
2.1 Security
Keamanan merupakan isu yang sangat penting dalam melakukan internet banking. Setiap bank harus menyediakan sebuah level keamanan baik logik maupun fisik yang memiliki toleransi terhadap sensitivitas informasi bank. Beberapa bank mengijinkan akses dial-in secara langsung kepada sistem mereka melalui sebuah private network ketika yang lain menyediakan akses melalui internet. Meskipun publik dapat mengakses Internet, namun secara umum kurang aman untuk melakukan transaksi. Contoh: Hardware atau software dari ”sniffer” dapat memperoleh password, account number, nomor kartu kredit dan lain-lain tanpa akses yang legal. Oleh karena itu, keamanan melalui elektronik akses harus dilindungi. Sistem yang ada harus mampu mencegah, mendeteksi dan mengatur dengar benar untuk menjamin integritas dari jaringan dan informasi ditangani. Contoh: penggunaan firewall.
2.2 Autentikasi
Autentikasi adalah isu yang lain dalam internet banking. Transaksi pada internet atau jaringan telekomunikasi yang lain harus aman untuk memperoleh kepercayaan dari publik. Pada lingkungan cyber, seperti pada dunia nyata yang sebenarnya, customer, bank memerlukan jaminan bahwa mereka akan memperoleh service seperti yang mereka inginkan dan mereka tahu identitas orang yang berinteraksi dengannya. Dalam hal ini, bank biasanya menggunakan teknologi kriptografi dengan algoritma simetri (private key) untuk menjamin keamanan dari pesan dan algoritma asimetri (public/private key) untuk melakukan autentikasi. Algoritma asimetri memiliki dua buah kunci yaitu public key dan private key. Kedua kunci ini berbeda, tetapi tidak bisa terlepas dari yang lain (saling berpadanan). Contoh: autentikasi sebuah pesan yang datang dari pengirim, pengirim harus mengenkripsi pesan dengan menggunakan kunci private, dimana hanya pengirim yang mengetahui kunci private. Dalam pembacaan pesan, pesan hanya dapat dibaca dengan menggunakan kunci publik dari pengirim. Oleh karena itu, penerima yang mengetahui pesan tersebut datang dari pengirim yang diharapkan, dapat membaca pesan dengan kunci publik dari pengirim. Algoritma kriptografi asimetri (kunci publik) yang umum digunakan adalah RSA, yang menggunakan panjang kunci mencapai 1024 bit. Dengan menggunakan dua bentuk algoritma kriptografi, simetri untuk melindungi pesan dan asimetri untuk melakukan autentikasi, bank dapat menjamin keamanan pesan dan memiliki kepercayaan yang tinggi untuk menjaga identitas dari customer.
Perangkat biometrik (biometric devices) adalah bentuk autentikasi yang berkembang saat ini. Perangkat ini dapat mengambil bentuk berupa scan retina, jari, atau suara. Penggunaan perangkat biometrik saat ini belum umum, hanya dipakai oleh beberapa bank untuk melakukan autentikasi.
2.3 Trust
Isu yang lain dalam sistem internet banking adalah Trust. Seperti yang diberitahukan pada bab sebelumnya, kriptografi algoritma kunci publik dapat digunakan untuk keamanan informasi dan mengautentikasi transaksi yang terjadi. Dalam hal ini, kepercayaan dari pihak ketiga diperlukan pada proses transaksi. Oleh sebab itu pihak ketiga dikenal dengan adanya certificate authority. Sebuah certificate authoriy adalah sebuah pihak ketiga yang terpercaya yang memverifikasi identitas dalam lingkungn cyber (pemegang hak otorisasi). Konsep dasarnya adalah, sebuah bank atau pihak ketiga yang lain menggunakan sertifikat tersebut untuk memvalidasi pihak lain yang terlibat dalam transaksi.
2.4 Nonrepudiation
Dalam hal ini, pengirim tidak dapat menyangkal mengenai isi pesan yang dikirim olehnya. Dimana, antara pengirm dan penerima memiliki suatu bukti mengenai keabsahan pesan yang dikirim. Untuk menangani hal ini, internet banking menggunakan algoritma kriptografi kunci publik, contoh: autentikasi e-mail, mencegah penyangkalan oleh pengirim maupun penerima.
2.5 Privacy
Privacy adalah isu yang meningkat saat ini. Hal ini terjadi karena begitu banyaknya kejadian di lingkungan cyber yang berusaha untuk memperoleh/merusak privacy orang lain untuk sesuatu hal. Dengan semakin berkembangnya berkembangnya transaksi melalui internet banking, sebuah bank harus merespon dan menangani hal ini untuk memberikan pandangan yang positif bagi customer dan memberikan keuntungan baginya.
3. Penerapan Kriptografi
Sekarang, bisnis termasuk kegiatan perbankan telah mengalami perubahan dari aktivitas fisik ke aktifitas berbasis elektronik. mencakup penjualan barang dan jasa, pertukaran data elektronik, transfer dana atau uang, dan internet banking itu sendiri. Dalam menghadapi perubahan ini, pengelola bank harus harus melakukan pengontrolan dengan cara yang berbeda. Hal yang dibutuhkan dalam pengontrolan ini adalah kerahasiaan data, kepercayaan, verifikasi dan yang menjadi hal paling penting adalah pengamanan autentikasi internet banking.
3.1 Klasifikasi pengamanan autentikasi internet banking
sistem internet banking harus melakukan autentikasi terlebih dahulu sebelum memberikan hak akses terhadap layanan yang diberikan. sistem internet banking harus mengetahui apakah pihak yang melakukan transaksi adalah nasabah yang sah. Hal ini dilakukan dengan menanyakan hal-hal yang rahasia kepada nasabah yang melakukan transaksi. Secara umum, metode-metode autentikasi internet banking dapat diklasifikasikan berdasarkan kemampuan metode tersebut
dalam melawan dua jenis serangan yang umum yaitu: serangan pencurian informasiinformasi rahasia secara offline dan serangan terhadap jalur komunikasi online. Pencurian informasi rahasia secara offline bertujuan untuk mengumpulkan informasi penting mengenai seorang nasabah bank dengan menggunakan virus, trojan, atau software lainnya. Pengamanan yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan menggunakan firewall untuk mengamankan jaringan, penggunaan antivirus, dan pengkonfigurasian computer dengan benar. Serangan terhadap jalur komunikasi online seperti “man-in-the-mindle”, merupakan serangan yang lebih berbahaya dan sangat penting untuk ditangani. Berbeda dengan pencurian informasi secara offline, dalam serangan komunikasi online pencurian pesan yang dikirimkan akan sulit untuk diketahui. Penyusup akan memalsukan identitas dirinya yang berperan sebagai server sistem online banking. Secara umum, walaupun kemunikasi yang berjalan menggunakan SSL/TSL, tetapi seringkali nasabah tidak memperhatika keaslian sertifikat yang dimiliki oleh server. Akibatnya komunikasi akan berjalan secara normal tetapi dengan server yang salah.
ada dua jenis autentikasi yang digunakan dalam mengatasi serangan offline dan online yaitu short -time password (one time password) dan public key infrastructure (PKI) atau komunikasi berbasis sertifikat.
3.2 Short time password
Short time password suatu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah pencurian informasi secara offline. short time password menggunakan kriptograpfi simetri yang mengabungkan modul security berupa hardware (smart card) dan smart card reader offline (stand alone). Inti metode ini adalah smart card yang di personalisasi dengan key kriptografi simetri secara random (3DES/AES) yang diproteksi dengan menggunakan pin yang digunakan untuk menyimpan atau menghasilkan password yang digunakan untuk melakukan transaksi. Penggunaan kriptografi simetri bertujuan untuk mengahasilkan password dengan ukuran yang lebih pendek sehingga user mudah mengunakannya. Password yang dihasilkan dibaca dengan menggunakan offline card reader dengan memasukkan PIN yang digunakan untuk memproteksi smart card. Berikut adalah skenario proses autentikasi dengan menggunakan short time password.
1. User/nasabah berkomunikasi dengan server bank dengan menggunakan jalur SSL/TSL dengan menggunakan server-side autentication. metode ini maka user yakin bahwa dia berkomunikasi dengan bank yang sah.
2. User memasukkan informasi berupa identitas (login id), selanjutnya bank memberikan n-digit rahasia dan meminta kembalian berupa n-digit rahasia dari user.
3. User membuka smar card dan memasukkan n-digit rahasia yang diterima dari bank. Selanjutnya smart card melakukan kalkulasi dengan mengenkripsi n-digit dari bank, menambahkan symetric key dan meng-encode hasilnya ke dalam bentuk string yang mudah untuk dibaca.
4.Selanjutnya user memasukkan hasil kalkulasi ke form login untuk memulai transaksi. Skema ini sangat berguna dalam mengatasi pencurian informasi secara offline karena informasi user disimpan dalam sebuah smart card yag diproteksi dengan menggunakan PIN dan dibaca dengan offline smart card reader. Dengan cara ini maka penyerang tidak bisa menggunakan software, trojan atau virus untuk mencuri informasi pribadi dari user. Penyerang juga tidak bisa memalsukan halaman login karena tidak bisa menghasilkan n-digit kode rahasia yang digunakan dalam proses autentikasi user.
3.3 Public Key Infrastructure (Certificate-Based)
Public Key Infrastructure atau komunikasi berbasis sertifikat merupakan cara yang dilakukan untuk menangani serangan komunikasi online. PKI menggunakan algoritma kriptografi asimetri seperti RSA(Rivest Shamir Adlemann) atau ECC (Eliptic Curve Cryptogaphy). awalnya, user memiliki sepasang kunci privat dan public yang saling bersesuaian dan sebuah sertifikat yang dikeluarkan oleh pihak yang terautorisasi yang sesuai dengan kunci yang dimiliki oleh user. Sertifikat tersebut merupakan bukti bahwa sebuah public key bersesuaian dengan nama pemiliknya dan user tersebut memiliki kunci privat yang bersesuaian. Kunci privat dan sertifikat digunakan untuk membentuk komunikasi SSL/TSL yang aman. Hal yang menjadi perhatian utama adalah perlindungan terhadap kunci privat yang dimiliki oleh user. Jika kunci tersebut disimpan didalam komputer user, maka akan terancam akan pencurian informasi user dengan menggunakan trojan atau virus. Untuk mengatasi hal ini maka kunci rahasia user disimpan dalam sebuah media seperti smartcard atau javaCard. Dengan cara ini maka pencurian terhadap kunci privat akan sulit bahkan tidak bisa dilakukan karena selain medianya adalah smart-card yang sulit untuk diakses, media tersebut juga diproteksi dengan menggunakan PIN tertentu.
4. Kesimpulan
Ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penerapan kriptografi dalam internet banking yaitu:
1. Aspek keamanan dalam komunikasi melalui jaringan komputer menjadi semakin penting terutama karena banyaknya aktivitas pertukaran informasi rahasia melalui Internet, contoh: internet banking.
2. Penerapan autentikasi dalam transaksi internet banking merupakan faktor yang sangat penting untuk mendukung transaksi berjalan dengan baik.
3. Autentikasi dengan short time password dan public key infrastructure (certificate based) merupakan konsep kriptografi yang dapat diterapkan pada internet banking.
4. Keamanan informasi-informasi penting dalam melakukan transaksi diinternet tidak bisa sepenuhnya dipercayakan kepada system yang sudah berjalan tetapi membutuhkan ketelitian pengguna dalam melakukan tansaksi.
Refrensi by www.informatika.org/~rinaldi/Kriptografi/.../Makalah2005-22.pdf
Langganan:
Postingan (Atom)
